14 Maret 2020

Pertama, ulasan dari peristiwa pada pekan lalu:

  • EUR/USD. Sudah terjadi! Ekonomi dunia tidak lagi dijalankan oleh pemerintah, bank, atau perusahaan. Ekonomi diperintahkan oleh hanya satu "orang" bernama Covid-19. Pandemi virus corona telah menyebabkan kepanikan di bursa saham, jatuhnya harga minyak, penurunan produksi, dan penutupan perbatasan. Umat manusia takut, tidak tahu apa yang diharapkan setelah satu minggu, satu bulan, enam bulan. Sekolah dan universitas, restoran dan kafe, taman dan stadion pun kosong, dan orang-orang disarankan untuk tidak keluar di jalan sama sekali. Makanan dan kertas toilet menghilang dari supermarket. Semua jenis acara massal dibatalkan, dan sebuah lelucon beredar di jejaring sosial bahwa konferensi tentang perang melawan virus corona dibatalkan karena... virus corona itu sendiri. Keputusan Presiden Trump untuk menutup perbatasan AS dan melarang masuknya orang Eropa membuat pasar kaget. Produk futures dari EuroSTOXX50 jatuh sebesar 5,57%, sedangkan produk futures dari DAX30 turun 4,22%. Indeks saham AS menderita kerugian terbesar dalam 33 tahun terakhir. Indeks utama Jepang, Australia, India, Hong Kong, Korea Selatan, dan negara-negara lain mencapai posisi terendah dalam beberapa tahun.
    Ingatlah bahwa pada tanggal 4 Maret, efek bom yang meledak dihasilkan oleh keputusan yang diambil pada pertemuan darurat Federal Reserve AS untuk menurunkan suku bunga utama dari 1,75% menjadi 1,25%. Terhadap latar belakang ini, pasangan EUR/USD melonjak lebih dari 640 poin, mendekati angka 1,1500.
    Tidak seperti mitra Amerika, ECB membiarkan suku bunga tidak berubah pada pertemuan hari Kamis, tanggal 12 Maret. Gubernur Bank Christine Lagarde mengatakan sistem perbankan zona euro stabil dan tidak memerlukan penurunan suku bunga. (Sudah negatif dan berkurang -0,5%). Tetapi pasar jauh lebih terkesan oleh kata-kata Lagarde bahwa ECB seharusnya tidak menyelesaikan masalah spread atau sebaran yang sempit. Investor mengingat krisis utang yang dipicu oleh kenaikan suku bunga pada tahun 2011, dan kedua saham Eropa dan mata uang Eropa segera turun, menemukan titik terendah hanya di horison 1,1055.
    Jika tahun lalu kisaran fluktuasi pasangan hampir mendekati 200 poin, tahun ini EUR/USD dengan mudah mengatasi nilai ini hanya dalam beberapa jam. Pekan lalu, pada titik maksimum, dolar memenangkan kembali sekitar 440 poin dari euro. Kemudian diikuti koreksi, dan pasangan mengakhiri periode lima hari di dekat level 1,1100. Hasil ini, menurut pendapat kami, menunjukkan bahwa pasar benar-benar bingung, karena pasangan sekali lagi kembali ke zona Titik Pivot, di mana ia telah bergerak sejak bulan Mei 2019.
    Adapun perkiraan yang diberikan seminggu yang lalu, sebanyak 40% dari analis memilih bahwa pasangan akan mencapai zona 1,1450-1,1500. Dan hal tersebut berhasil terjadi pada hari Senin, 9 Maret. Mayoritas ahli (60%) memberikan suara untuk pengembalian pasangan ke kisaran 1,1000-1,1100, dimana, sebagaimana disebutkan di atas, akhirnya kembali. Jadi, keduanya 100% benar. Apakah ini sebuah paradoks? Tidak, virus corona baru saja memutuskan hal itu;
  • GBP/USD. Terdapat dua faktor utama yang membebani pound sterling Inggris. Yang pertama adalah kebingungan di pasar minyak dan jatuhnya harga untuk pembawa energi ini, yang berkorelasi erat dengan mata uang Inggris. Yang kedua adalah dinamika negatif dari pasar utang. Imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun di Inggris terus menurun dibandingkan dengan sekuritas serupa di AS dan Jerman. Tetapi jika imbal hasil obligasi jatuh begitu saja, kuotasi pound dilakukan seperti longsoran salju ke dalam jurang. Apa lagi yang bisa Anda sebut penurunan 900 poin hanya dalam 5 hari?
    Akibatnya, pasangan ini mencapai nilai dekade pertama Oktober 2019 dan mengakhiri sesi perdagangan di mana minggu lalu bulls atau pasar naik bahkan tidak bisa membayangkan dalam mimpi buruk mereka, yaitu di 1,2280;
  • USD/JPY. Dolar telah meningkat sejak Senin malam, tanggal 9 Maret, terhadap euro, pound, dan yen. Investor juga menyingkirkan emas, yang dengannya pasangan memiliki korelasi terbalik. Akibatnya, setelah mendorong dari titik support atau dukungan di 101,17 pada hari Senin, pada hari Jumat, tanggal 13 Maret, pasangan berada di tempat yang sama di mana ia berada pada hari Jumat, 6 Maret - di level 108,00. Tidak ada yang aneh pada sosok seperti itu dalam hal analisis grafis. Satu-satunya hal yang mengejutkan adalah waktu dan ruang lingkup fluktuasi: - 700 poin pertama yang turun dalam 5,5 hari, kemudian jumlah yang sama naik dalam 4,5 hari. Apa yang dapat Anda lakukan tentang hal ini, inilah kenyataan baru;
  • Mata uang crypto. "Cui prodest?", - yang dikatakan oleh orang Romawi kuno, yang berarti: "Carilah siapa yang diuntungkan." Dan itu adalah manfaat bagi semua guru crypto, jutawan crypto dan pemilik volume mata uang crypto dalam jumlah besar. mereka yang telah meyakinkan para investor dan trader bahwa bitcoin, dan dengan itu sisa dari pasar crypto, akan kembali melambung ke ketinggian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam waktu dekat. "Bitcoin telah menjadi alat yang hebat untuk melindungi nilai risiko mata uang dan akan segera menggantikan dolar!"- mereka berteriak, mendesak semua orang untuk berinvestasi dalam koin crypto, dengan demikian membuat mereka lebih kaya dan lebih kaya. Jadi apa?
    Berbicara tentang mantra "pendeta" ini, kami terus-menerus memperingatkan bahwa sebelum menginvestasikan uang, perlu untuk menilai situasi dengan benar, dan, mungkin, alih-alih membeli, membuka posisi pada penjualan - karena pasangan BTC/USD tidak hanya dapat tumbuh dengan cepat, tetapi juga dapat jatuh lebih cepat lagi. Itulah yang terjadi pada minggu lalu.
    Jika Anda percaya pada para pembela bitcoin, itu dianggap sebagai garis hidup pada saat pasar saham runtuh, penurunan nilai tukar dan penghancuran ikatan ekonomi. Kami melihat semua kemalangan ini saat ini, tetapi alih-alih menyeret investor ke atas, semakin mahal terhadap dolar, Bitcoin malah membuat mereka tenggelam lebih cepat.
    Hanya dalam satu bulan dari tanggal 12 Februari hingga 13 Maret, mata uang crypto utama kehilangan harga sebesar 58%, turun dari $10.340 menjadi $4.300. Di beberapa bursa, penurunan bahkan lebih besar - hingga $3.815 dan mencapai 63%.
    Bitcoin kehilangan hingga setengah nilainya hanya dalam satu hari dari tanggal 12 hingga 13 Maret, menyeret seluruh pasar crypto turun bersamanya, termasuk altcoin teratas seperti Ethereum (ETH/USD), Litecoin (LTC/USD), dan Ripple (XRP/USD). Situasi agak stabil pada malam hari Jumat, 13 Maret, dan pasangan BTC/USD naik ke level $5.600. “Crypto Fear & Greed Index” atau Indeks Ketakutan dan Keserakahan Crypto hanya sebesar 10 poin dari 100 kemungkinan, yang berarti bahwa pasar tidak hanya takut, tetapi juga sangat ketakutan.

 

Adapun perkiraan untuk minggu yang akan datang, meringkas pendapat dari sejumlah analis, serta prakiraan yang dibuat atas dasar berbagai metode analisis teknis dan grafis, kami dapat mengatakan sebagai berikut:

  • EUR/USD. Perjuangan dari para pemerintah dan regulator untuk ekonomi negara mereka terus berlanjut. ECB tidak memotong suku bunga tetapi mengumumkan peningkatan 60% dalam program pelonggaran kuantitatif (QE), yang akan berjumlah €120 miliar pada tahun 2019. Untuk bagiannya, cadangan Federal AS membanjiri pasar dengan uang murah, di bawah tekanan dari Presiden Trump yang ingin terpilih kembali untuk masa jabatan kedua. AS telah meluncurkan program pinjaman jangka pendek sejak pekan lalu, di mana The Fed siap untuk meminjamkan $1,42 triliun ke bank setiap minggu. Hal ini tidak pernah terjadi dalam sejarah Amerika Serikat. Minggu ini, bank telah menerima tahap pertama pada 0,255% per tahun. Ini menunjukkan bahwa, dengan probabilitas tinggi, nilai dolar akan dikurangi setidaknya 0,50% pada pertemuan Fed minggu depan.
    Neraca kekuasaan ini tidak mendukung dolar. Namun, margin kecil (55%) masih di sisi bears atau pasar turun di antara para ahli, mereka didukung oleh 85% dari osilator dan indikator tren pada H4. Sebanyak 45% sisa dari para analis percaya bahwa dolar akan tetap kehilangan posisinya, dan pasangan akan kembali ke utara. Hal ini disetujui oleh sekitar 15% dari osilator pada H4, yang memberikan sinyal tentang pasangan yang oversold atau jenuh jual.
    Analisis grafis pada H4 menunjukkan penurunan tajam pada pasangan ke level 1,0950, dan kemudian pertumbuhannya pertama kali ke ketinggian 1,1100, dan kemudian 100 poin lebih tinggi.
    Namun, dengan kepanikan virus corona yang sedang berlangsung, turbulensi super di pasar saham dan mata uang, dan lonjakan harga minyak, setiap perkiraan dapat berubah menjadi debu dalam sedetik. Dan hal ini dibuktikan dengan kekacauan yang berkuasa dalam pembacaan indikator pada D1, di mana warna hijau, merah, dan abu-abu tercampur.
    Zona dukungan utama adalah 1,1065, 1,1000, 1,0850 dan terendah Februari di 1,0750. Zona resistensi – 1,1175, 1,1240, 1,1350, dan 1,1500;
  • GBP/USD. Jelas bahwa 100% dari indikator tren di akhir sesi mingguan sedang melihat ke bawah. Namun, situasinya agak berbeda di antara osilator, yaitu sebanyak 20% dari mereka pada jangka waktu H4 dan 15% pada D1 sudah berada di zona oversold atau jenuh jual, yang menunjukkan koreksi atau pembalikan segera dari tren naik. Analisis grafis pada D1 juga mendukung pengembangan ini. Menurut bacaannya, pasangan ini dapat mencapai bagian bawah di dekat level terendah Oktober 2019 di 1,2200, dan kemudian berbalik dan pergi ke utara - pertama ke resistensi 1,2425, dan kemudian ke ketinggian 1,2565. Pada saat yang sama, mengingat kisaran fluktuasi dalam beberapa minggu terakhir, masuk akal untuk menunjuk dua level dukungan lagi, yaitu 1,2065 dan 1,1960, dan dua level resistensi - 1,2725 dan 1,2870. Meskipun, mungkin, ini bukan batasnya.
    Adapun pendapat para ahli, tidak mungkin untuk membentuk satu pernyataan untuk minggu mendatang. Namun dalam perkiraan selama 1-2 bulan ke depan, jumlah pendukung pertumbuhan pasangan ini adalah jelas sejumlah mayoritas, yaitu sebanyak 75%, tujuannya adalah untuk naik ke level 1,2900-1,3100;
  • USD/JPY. Jika dalam perkiraan jangka menengah untuk GBP/USD, sebagian besar analis memberikan suara untuk pertumbuhan pound dan jatuhnya dolar, situasinya berlawanan dengan yen. Di sini, sebannyak 60-70% ahli percaya bahwa dalam 1-2 bulan ke depan, mata uang Jepang akan kehilangan posisinya, pasangan akan melewati zona 108,30-109,75 seperti pisau yang menembus mentega dan mencapai level 112,00-112,40. Target selanjutnya untuk bulls atau pasar naik adalah 200 poin lebih tinggi.
    Perhatikan bahwa dalam minggu mendatang, selain keputusan Federal Reserve AS tentang suku bunga, kami sedang menunggu keputusan serupa oleh Bank Jepang pada Kamis, 19 Maret dan Bank Rakyat Cina pada Jumat, 20 Maret. Kedua regulator ini mengumumkan niat mereka untuk mendukung bank dan perusahaan komersial di negara mereka. Dan jika fluktuasi nilai yuan tidak mengejutkan pasar, penurunan nilai yen akan menjadi kejutan besar bagi para investor.
    Jika, ketika nilai dolar diturunkan, nilai yen tetap pada tingkat negatif yang sama yaitu -0.1%, ada kemungkinan bahwa skala akan miring mendukung mata uang Jepang, dan pasangan USD/JPY akan turun lagi, menembus melalui dukungan 105,90, 104,50 dan 103,15 satu demi satu. Sasaran bears atau pasar turun adalah untuk kembali ke kerendahan minggu lalu dan mencoba untuk menguji level 101,00.
    Dan, tentu saja, akan perlu untuk memantau dengan seksama hasil saat ini pada obligasi Treasury AS 10-tahun dan harga minyak, yang sebagian besar menentukan harga yen Jepang;

  • Mata uang crypto. "Apakah itu?" - banyak pedagang dan investor bertanya pada diri mereka sendiri, melihat kembali peristiwa minggu lalu. Apakah ini awal dari sebuah akhir? Atau permainan spekulan besar, setelah itu Bitcoin akan lebih dari menutup semua kerugian? Atau, mungkin, orang-orang tidak sepenuhnya percaya pada masa depan crypto yang cerah, dan dalam situasi kritis terkait dengan virus corona, mereka hanya memilih untuk menyingkirkan kekayaan virtual, menukarkannya dengan yang telah teruji secara waktu, yaitu dolar yang cukup nyata.
    Perkiraan para ahli yang telah disurvei saat ini terlihat agak malu-malu dan sederhana. Menurut sekitar 65% dari mereka, pasangan BTC/USD dapat mencapai zona $6.000-6.500 pada minggu depan. Sebanyak 45% sisanya dapat melihatnya di sekitar $5.000.
    Tetapi lebih jauh pada situasi untuk bulls atau pasar naik terlihat agak lebih buruk. Hanya 20% dari para ahli percaya bahwa Bitcoin akan dapat dengan yakin mendapatkan pijakan di atas $7.000 pada akhir Maret, dan 20% lainnya memprediksi koin akan jatuh ke zona $3.000-3.500. Sebanyak 60% sisanya tidak terburu-buru untuk memberikan prakiraan sama sekali.

 

NordFX Analytical Group

 

Pemberitahuan: Bahan-bahan ini tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi untuk investasi atau panduan untuk bekerja di pasar keuanga, materi di atas hanya untuk tujuan informatif. Perdagangan di pasar keuangan berisiko dan dapat menyebabkan hilangnya uang yang disetorkan secara keseluruhan.


« Analisis pasar dan berita
Menerima
Pelatihan
Baru terhadap pasar? Gunakan bagian "Memulai".
Mulai Perdagangan
Ikuti kami